Polsek Pintu Rime Gayo, Tangani Permasalahan Warga, Terkait Adanya Penganut Mazhap Salafi

Polsek Pintu Rime Gayo, Tangani Permasalahan Warga, Terkait Adanya Penganut Mazhap Salafi

- in Mitra Polisi
295
0

Tribratanewspolres Bener Meriah: Kapolsek Pintu Rime Gayo Ipda Abu Sajarah Bersam Kanit Intel Polsek serta anggota melakukan musyawarah dengan warga, yang terkait adanya salah satu warga Kp.Alur Gading Kec.Pintu Rime Gayo terhadap sdr.Ngatimin 45 thn yang diduga adanya penganut Mazhap Salfi yang mengimami jamaah sholat di masjid. musyawarah tewrsebut dilaksanakan di kantor desa Kp Alur Gading kec. pintu Rime Gayo kab Bener Meriah pada sabtu siang sekira pkl.13.00 Wib.”(06/04/2019)

Kapolsek Pintu Rime Gayo Ipda Abu Sajarah saat di komfirmasi oleh media tribratanewspolres BM pada saat ia melakukan musyawarah, menjelaskan, bahwasanya sdr heri (kepala dusun) transad mengatakan pada bulan desember 2018 sdr ngatimin sering berjamaah di dsn transad kp alur gading bahkan terkadang menjadi imam sholat,namun pada saat sdr ngatimin jd imam sholat masyarakat yang ikut sebagai makmum merasa jangggal yang dikarenakan setelah takbir tidak membaca bismillah, tp langsung membaca fatihah dan tidak ada berzikir bersama makmum lainnya, dan masyarakat dsn transad keberatan menjadi makmum dan langsung pergi keluar dari meunasah transad karena beranggapan lain pemahaman. dan pada januari 2019 sdr ngatimin sudah mulai shalat jamaah di kp alur gading akan tetapi sdr ngatimin shalat jamaah di masjid hanya mengikuti, dan akhir-akhir ini sdra ngatimin sudah mulai menjadi imam di masjid alur gading tanpa permintaan masyarakat.
Ada sebagian masyarakat merasa keberatan untuk menjadi makmum pada saat sdr ngatimin menjadi imam shalat di masjid alur gading yang dikarenakan lain pemahaman agama islam.

Adapun menurut keterangan dari masyarakat kampung alur gading, sdra ngatimin sholat pada saat menjadi imam sholat setelah takbir tidak membaca bismillah tp langsung baca fatihah dan tidak adanya berzikir bersama. Dan menurut masyarakat setempat itu salah yang dikarenakan blm pernah ada yang demikian menjadi imam shalat dan dianggap lain pemahaman agama.

Untuk hasil musyawarah setelah kordinasi dengan camat prg sdr ngatimin tidak di panggil yang dikarenakan pihak kecamatan akan cek dan turun langsung untuk menyelesaikan.

dari catatan, bahwasanya masyarakat setempat tidak suka apabila sdr ngatimin menjadi imam sholat, yang dikarenakan beda pemahaman, di khawatirkan masyarakat akan anarkis apabila sdr ngatimin jadi imam sholat dikarenakan beda pemahaman agama.(humas BM/gun’s)”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Polres Bener Meriah Gelar Kegiatan Binrohtal Untuk Personil Yang Mengalami Masalah Serta Mengalami Krisis Dalam Rumah Tangga

Tribratanewspolres Bener Meriah: kegiatan binrohtal yang rutin dilakukan